Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

KAPI Lampung Selatan Desak Aparat Tangkap Terduga Penyebar Ujaran Kebencian

LAMPUNG SELATAN (inframerah)
Terkait kasus Kelvin Yudatama, Komite Aksi Pemuda Indonesia (KAPI) Lampung Selatan berencana akan menggelar aksi ke Polres Lamsel dan Polda Lampung.

Aksi damai Pemuda Kalianda khususnyan Lampung Selatan ini tidak lain mendesak pihak aparat penegak hukum (Polisi) belum jugamenangkap pelaku ujaran kebencian terkait musibah tsunami Lampung Selatan.
Karena sejak 27 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019 Kasus ini mandeg.
Pemuda yang masih terdaftar sebagai Mahasiswa disalah satu Universitas di Bandar Lampung ini terksesan hilang begitu saja dan nampaknya menemui jalan buntu.

“Dedi Manda ketua KAPI L-S mengatakan Kami (KAPI) akan menggelar aksi di Polres dan Polda Lampung, untuk mendesak pihak penegak hukum khususnya Kepolisian agar segera menyeret pelakunya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di negara kita (RI) ,” tegas Ketua KAPI Lamsel kepada media melalui sambungan selulernya. Kamis (10/1/2019).

Lebih lanjut Dedi menegaskan, Kasus yang dilakukan Kelvin akan menjadi tolak ukur pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian di Polda Lampung yang kami nilai kurang profesional.

“Bagaimana proses hukum yang ada di Lampung serta penangananya? Ini menjadi tolak ukur dari segi kualitas dan profesionalisme kinerja aparat penegak hukum di Wilayah Lampung,” tegas Dedi Manda kepada media.
Kasus yang begitu viral dan sudah dilaporkan kurang lebih 15 hari belum ada kepastian penanganannya,belum ada pemberitahuan dipublikasikan tentang tindak lanjutnya.

Untuk itu kata Dedi, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung harus tegas, sebab kasus yang menjerat Kelvin Yudatama itu bukan delik aduan terlebih dalam hal ini sudah ada laporan pengaduan dari beberapa ormas di Lampung Selatan.Kelvin Yudatama di duga melanggar pasal 156 KUHP, atau pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Maka atas dasar itulah Kepolisian Daerah Lampung jangan tebang pilih dan jangan terkesan lemah dalam penanganan kasus di Wilayah Lampung terkait ujaran kebencian tsunami yang melanda Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 lalu,” pungkasnya.

Dalam video live streaming yang beredar tersebut terdapat dua orang remaja pria dan wanita sedang siaran di dalam mobil dengan mengeluarkan kalimat tidak senonoh tentang bencana Tsunami yang melanda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Inilah kalimat yang diucapkan dalam video tersebut.
“Donasi untuk Kalianda. Gua gak mau, pokoknya Kalianda harus kena Tsunami. Woy kawan-kawan jangan kalian donasi untuk Kalianda ya, biarin aja dia orang rata ya,” (Awal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *