Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Polres Lamsel Pers Rilis Benih Lobster Ilegal


Lampung Selatan (inframerah) : Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan mengadakan konferensi pers hasil tangkapan benih Lobster ilegal di Markas Polres pada, Rabu, (28/08/19).

Dari hasil sitaan Polres Lam-Sel berhasil mengamankan:12 buah box warna putih yang berisi benih Lobster dari dalam mobil Daihatsu Terios dengan Nopol F 1308 AB, barang bukti yang berhasil diamankan di Rest Area JTTS KM 87 Kecamatan Jati Agung Lamsel.

Kapolres Lamsel, AKBP. Mohamad Syarhan, menjelaskan bahwa pelaku dari pulau Jawa yang diseberangkan melalui Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry Bakauheni.

“Para Pelaku telah melakukan, mengangkutan benih Lobster atas perintah dari SW ( Masih DPO _red) dengan upah Rp. 700.000, dimana benih lobster berikut kendaraannya diterima dari Sdr. B. (belum tertangkap_red) di Jalan Tol yang kemudian akan dibawa menuju ke daerah Menggala kabupaten Tulang Bawang dan perbuatan ini sudah 2 kali dilakukan” ungkapnya.

Kemudian aparat penegak hukum menemukan 1 unit mobil Daihatsu Terios warna putih F 1308 AB yang sedang berhenti di Res area KM 87 yang dikendarai oleh tersangka FI, lalu petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut dan didalam kendaraan ditemukan 12 box steropom warna putih dan setelah dibuka didalam tiap-tiap steropom tersebut berisi benih lobster dengan jumlah seluruhnya 83.198 demikian keterangan Kapolres Lampung Selatan,
Adapun perintah mengangkutan tersebut dari SW dimana benih lobster tersebut akan dibawa menuju ke tempat yang telah ditentukan.

Hal senada diungkapkan Kasat Reskrim Polres Lamsel, AKP. Try Maradona mengungkapkan bahwa taksiran harga benih lobster tersebut mencapai belasan milyar.

“Ditaksir hasil tangkapan bernilai dua belas milyar delapan ratus Sembilan juta delapan ratus Iima puluh ribu rupiah” jawabnya.

“Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Pelaku dikenakan Pasal 88 J0 Pasal 16 UU No. 45 Tahun 2009 perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman paling lama 6 Tahun Penjara dan denda paling banyak Rp. 1,5 Milyar. Paparnya”(Awal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *