Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Pembangunan Jembatan Senilai Rp 1 M di Lebak Mangkrak

Banten (Inframerah): Pelaksanaan pembangunan jembatan Sungai Cilangkap, di Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak senilai Rp1.023.840.000 diduga mangkrak. Tenggat waktu yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak kepada pihak ketiga telah melampaui waktu sesuai kontrak.

Yudistira, tokoh pemuda Kabupaten Lebak menuding pihak ketiga telah lalai dalam mengerjakan pembangunan jembatan tersebut. Seperti yang tertera dalam papan plang yang ada di lokasi, pihak ketiga tidak mampu mengejakan kegiatan selama 120 hari masa kalender, terhitung penandatanganan kontrak.
Saat ini kata Yudistira, masih ada sejumlah item pekerjaan yang belum dikerjakan, seperti pembuatan bronjong, rabat oprit dan saluran perkerasan. Dia menyarankan hendaknya Dinas PUPR sebagai penanggung jawab segera mengambil tindakan demu kelangsungan proyek jembatan Sungai Cilangkap tersebut. “PUPR Lebak harus tegas, karena pihak ketiga kami anggap sudah tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kami meminta ada kejelasan, jika perlu perusahaan yang mengerjakan jembatan sungai Cilangkap di Blacklist,” kata Yudistira, kepada wartawan, Selasa(7/1).

Sementara B.Gultom dari Forum Bhayangkara Indonesia meminta Kapolda Banten yang baru Irjen Drs Agung Sabar Santoso segera bersikap terhadap dugaan korupsi ini. “Terhadap mangkraknya pembangunan jembatan, kami dari Forum Bhayangkara Indonesia meminta Pak Kapolda segera melakukan penyelidikan dan penyidikan mengingat anggaran pembangunan jembatan memakan biaya sangat besar,” kata B.gultom kepada sinarlampung.com.

Sanksi Keterlambatan Rp 1 Juta/Hari
Menanggapi mangkraknya pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Cilangkap tersebut, Irfan Suyatufika, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lebak membenarkan jika pekerjaan jembatan tersebut tidak tepat waktu. Untuk itu, pihaknya telah mengeluarkan sanksi keterlambatan pekerjaaan dengan perhitungan denda 1/1000 per hari, terhitung mulai tanggal (27/12/19) sampai rampungnya pekerjaan tersebut.

“Iya, mereka tidak mengerjakan tepat waktu. Kita berita sanksi keterlambatan sebesar Rp1 juta setiap hari,”kata Irfan.
Sesuai papan informasi yang ada di lokasi, kegiatan pekerjaan jembatan Sungai Cilangkap tersebut berasal dari dana APBD II Kabupaten Lebak, dengan nama pembangunan jembatan, nama paket Jembatan S Cilangkap, Desa Senang Hati P=14M, nilai kontrak Rp 1.023.840.000, dengan nomor kontrak630/21-PPK/S-PJEM/SP/DisPUPR/APBDll/2019. Waktu pelaksanaan selama 120 hari masa kalender dan dikerjakan oleh CV Jillan Kontraktor. (r)

Dikutip: Sinarlampung.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *