Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Pedagang di Metro Rindu Kepemimpinan Lukman Hakim

Metro (inframerah) : Pedagang Kota Metro membutuhkan sosok pemimpin seperti mantan Wali Kota Lukman Hakim untuk meningkatkan roda perekonomian di wilayah yang dikenal kota pendidikan itu. Gaya kepemimpinan Lukman Hakim kala itu justru membawa kenyamanan bagi masyarakat, terutama bagi pedagang yang berjualan di sekitaran masjadi Taqwa.

“Pemerintahan sekarang sudah tidak memperbolehkan lagi menjual disekitaran masjid. Tetapi ya,  apa boleh buat, setiap ganti kepemimpinan, maka ganti kebijakan,” kata Imas (45), Salah Satu Pedagang di sekitaran Masjid Taqwa,  Rabu (16/01/2020).

Meski sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan di sekitaran Masjid Taqwa, wanita berhijab ini tetap mengais rezeki di tempat tersebut secara “kucing-kucingan” bersama Pol PP.

“Kalau ada Pol PP,  saya pura -pura gak berjualan.  Karena kalau ketahuan dagangan saya bisa diangkut,”ungkap janda tiga anak ini.

Selain itu,  kata dia, adanya penurunan pendapatan secara drastis dari berjualan sangat dirasakan olehnya.

“Dulu sewaktu masih dibolehkan jualan disini, dalam sehari sekitar pukul 11.00 WIB -17.00 WIB saya bisa mendapatkan Rp 100 ribu. Sekarang, hanya Rp 50 ribu sehari dari berjualan kopi dan parkir, “ucap dia.

Ia berharap,  siapapun Wali Kota – Wakil Wali Kota Metro terpilih agar lebih memperhatikan para pedagang kecil dalam mengais rezeki untuk kebutuhan sehari-hari.

Imas menambahkan, ekonomi kerakyatan di Kota Metro harus lebih ditingkatkan lagi. Pemerintah juga harus bisa memberi kepastian pekerjaan untuk rakyat kecil. Menurutnya, kebijakan pro rakyat harus dikedepankan pemerintah, karena bagaimanapun juga tidak akan ada pemerintahan jika tidak ada dukungan rakyat.

“Mau usaha, saya tidak punya modal. Jadi saya butuh pekerjaan tetap dan penghasilan yang pasti. ,” kata Wanita yang telah menghabiskan 13 Tahun menjual kopi itu mengkahiri pembicaraan. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *