Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Polisi Ungkap Otak Pembunuh Anis Suningsih

Lampung Selatan,l(Inframerah) : Berita yang beredar beberapa waktu yang lalu sempat heboh Karena dibunuh oleh begal dijalan ternyata Kasus pembunuhan Anis Suningsih (34), dirancang oleh suaminya sendiri di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Ini terungkap saat konfrensi Pers (10/02/2020) dipelataran kantor Mapolres yang berlokasi masih sementara di GWH.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edy Purnomo menjelaskan bahwa sebenarnya pelaku utamanya adalah suami korban sendiri yaitu”Handoko” Pelaku juga diketahui adalah seorang residivis.menilik dari jejak yang berhasil dihimpun oleh pihak aparat Kepolisian Handoko juga pernah melakukan pembunuhan terhadap Kapolsek Blambangan Umpu AKP Wiyono di Way Kanan pada Th 2008 silam.

Kronologis, korban bernama Anis Suningsih, warga Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang itu dikabarkan meninggal karena menjadi korban pembegalan. Korban ditemukan terkapar dengan kondisi mengenaskan dengan luka tusukan dibagian perut sehingga banyak mengeluarkan darah dirumah sakit dan meninggal dunia di RS Airan, Kecamatan Jati Agung,pada Rabu 5 Februari 2020.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan Pembunuhan tersebut termasuk pembunuhan Berencana yang terjadi pada Rabu 5 Februari 2020 lalu sekitar pukul 18.30, di Jalan Dusun Umbul Kapuk Desa Sindang Sari, Tanjung Bintang,” papar orang nomor satu dikepolisian Lamsel,
Adapun pelaku 3(tiga) pelaku lainnya diamankan pada Sabtu 8 Februari lalu, sementara satu tersangka diamankan sehari setelahnya.

“Seluruhnya pada kasus ini Ada empat orang pelaku, tiga kita amankan pada Sabtu, satunya kita amankan pada hari Minggu, dari hasil penyelidikan, kita dapati ternyata bukan pencurian dengan kekerasan namun ternyata pembunuhan yang sudah direncanakan,” terang mantan Kapolres Mesuji itu.

Kapolres menerangkan, tiga pelaku lainnya yakni: Niki Chandra, Yodi dan Sucipto yang memiliki peran berbeda-beda, namun sang suami lah yang menjadi otak pembunuhan.

“Pengakuan pelaku kesal karena korban banyak mengatur dan juga karena masalah perekonomian rumah tangga karena sang suami sebagai pelaku Utara mempunyai 2(dua)orang istri,” jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut, para pelaku akan dijerat Pasal 340 dan 338 dan 365 (3) jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Polisi juga menghadiahi tembakan di kaki pelaku karena berusaha melawan saat akan diamankan”,pungkasnya.(Awal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *