Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

BPS Awali Pendataan Sensus Penduduk di Kediaman Herman HN

 


BANDARLAMPUNG (inframerah) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota awali pendataan Sensus Penduduk (SP) 2020 di kediaman Walikota Bandarlampung Drs.H.Herman HN, di kelurahan Palapa, Selasa (1/9/2020)

Kepala BPS Kota Bandarlampung, Akhmad Nasrudin mengatakan, jumlah petugas SP2020 yang dikerahkan 625 orang yang tersebar di 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan.

“Pelaksanaannya mulai hari ini sampai 31 september, jadi efektif kerja nya 15 hari, cuma ring waktunya tanggal 1 sampai 31 september, ” kata Nasrudin kepada awak media saat di mintai keterangan.

Menurutnya, seluruh petugas SP2020 dilengkapi dengan perlengkapan sensus, seperti rompi yang bertuliskan sensus penduduk beserta tas, juga membawa surat tugas dan name tag yang ber barcode ( kartu petugas sensus).

” jadi kalo barcode di scan akan muncul foto dan namanya, itu untuk menghindari pihak lain yang mengatas namakan petugas sensus, ” ucapnya.

Lanjutnya, ia meminta agar masyarakat tidak menerima petugas yang tidak bisa menunjukkan perlengkapan sensus penduduk sepeti surat tugas dan name tag yang ber barcode.

“Petugas sensus tidak ada yang meminta kartu tanda penduduk (KTP) atau pun fotocopy nya, petugas hanya mengkonfirmasi Kartu Keluarga (KK) yang akan disensus, ” katanya.

Ia menjelaskan, dari 625 petugas SP2020 telah melakukan rapid tes, ” alhamdulillah hasilnya negatif semua, artinya bebas dari covid-19, ” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung, Herman HN menyampaikan pelaksanaan sensus penduduk yang di lakukan secara manual, sehingga ia meminta kepada BPS agar dalam pelaksanaanya mematuhi peraturan protokol kesehatan.

” Tadi saya sampaikan kepada BPS kota Bandarlampung, protokol kesehatan kita utamakan, artinya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan handsanitizer harus ada, ” ujar herman.

Herman menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menerima petugas sensus yang tidak bisa menunjukkan identitas pengenal.

” apa lagi ini mau pilkada, ada yang mengaku petugas sensus terus minta KTP jangan diterima, ini tidak ada yang meinta KTP hanya mengkonfirmasi data kartu keluarga, hanya dilihat saja, ” pungkasnya.(R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *