Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Forma Raden Intan Lampung Kritik Penetapan Golongan UKT

BandarLampung (IF)-Forum Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung (Forma) kritik penetapan golongan UKT yang terkesan tanpa penyeleksian yg serius.

Setelah di umumkan besaran biaya uang kuliah tunggal (UKT) pada 13 Juli 2021 kemarin. Banyak orang tua dan calon mahasiswa yang mengeluh akibat besaran biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang di bebankan mahasiswa baru oleh pihak Universitas Islam Negri tersebut.

Yan Barusal selaku perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa UIN juga menilai bahwa dalam penetapan golongan UKT yang di lakukan oleh kampus UIN ini terkesan asal tembak saja, pasalnya sebelum pengumuman golongan UKT pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kampus terkait jadwal di umumkannya hasil seleksi golongan UKT kepada pihak akademik, tetapi pihak akademik juga tidak menegetahui pasti terkait hal tersebut, karena pihaknya sekarang tidak di berikan kewenangan seperti tahun-tahun sebelumnya dalam proses penyeleksian dan penetapan golongan UKT. Ungkap Yan.

“Adanya golongan UKT tersebut di maksudkan untuk meringankan keluarga dengan ekonomi menengah kebawah agar dapat merasakan keseteraan dalam wilayah pendidikan, maka konsep UKT adalah konsep gotong royong yang di berikan oleh pemerintah, amat di sayangkan jika dalam tataran praktik tidak dijalankan dengan baik”. tegasnya.

Selain itu Forma juga mencurigai pihak kampus tidak melakukan sampling survei terhadap calon mahasiswa baru untuk melakukan pencocokan data, hal ini penting dilakukan agar pihak kampus dalam menentukan besaran UKT tidak merugikan mereka yang benar-benar layak menerima keringanan. Ucapnya

Selanjutnya Yan juga mengatakan bahwa, pihaknya mendapat informasi dari banyak calon mahasiswa baru yang kemungkinan gagal melanjutkan pendidikan karena orang tuanya tidak sanggup membayarkan besaran uang yang di terimanya. Lanjutnya.

Selain itu Yan berharap hal ini bisa menjadi perhatian serius oleh semua pihak agar tidak ada kesenjangan, dalam artian, semua orang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Tutupnya.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *