Infra-Merah.com

Jembatan Informasi Masyarakat

Dinas Bina Marga Tuba Klarifikasi Soal Besi Bekas Jembatan

Tulang Bawang (IF) Kepala bidang (kabid) PU Bina Marga kabupaten tulang bawang l, Heriyansyah memberikan penjelasan Terkait tentang beredarnya pemberitaan di media online yang menyebutkan oknum kepala kampung yang diduga telah melakukan penjualan besi bekas jembatan yang berada di kampung tri tunggal jaya kecamatan penawartama kabupaten tulang bawang.

Heriyansyah menjelaskan bahwa besi bekas jembatan tersebut memang benar milik kampung tri tunggal jaya dan bukan milik Dinas PU tulang bawang katanya kepada Inframerah.com selasa (24/08/2021) saat di temui di ruang kerjanya.

Karena lanjutnya, kami tidak merasa memiliki aset yang berupa besi jembatan tersebut maka pada tahun 2019 silam saat selesai pembangunan jembatan yang berada di kampung tri tunggal jaya maka besi tersebut di serahkan ke kampung dan mengenai bukti serah terima tersebut memang ada.

Bahkan saya sebelum serah terima ke kampung tri tunggal jaya saya sudah konfirmasi ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tulang bawang dan pihak BPKAD telah membenarkan bahwa besi tersebut tidak terdaftar milik daerah makanya kami serahkan ke kampung dan menjadi hak milik kampung, jelasnya.

Lebih jauh Heriyansyah menuturkan untuk pengelola aset kampung yang bertanggung jawab kampung tri tunggal jaya, mengenai penjualan besi tersebut kalau dana di pergunakan untuk kepentingan kampung dan telah di lakukan musyawarah kepada seluruh masyarakat terus hasinya penjualan atau uangnya di pakai untuk kepentingan pembangunan kampung yang manfaatnya di rasakan oleh masyarakat ya itu sah sah saja.

Akan tetapi kalau besi tersebut di jual dan tanpa sepengetahuan masyarakat dan uang hasil penjualan di pakai untuk kepentingan pribadi itu yang sudah melenceng dan bisa di katakan salah, tegasnya.

Terpisah Edi gunanto selaku kepala kampung tri tunggal jaya kecamatan penawar tama saat di hubungi via tlp ke no 0823 6300 xxxx menjelaskan bahwa sebelum melakukan penjualan besi bekas jembatan itu kami sudah melakukan musyawarah dengan warga katanya kepada Inframerah.com selasa (24/08/2021).

Ya sebelum saya melakukan penjualan besi tersebut kami seluruh aparat kampung dan masyarakat telah melakukan musyarawah yang mana dana hasil penjualan akan kami pergunakan untuk pembuatan gorong-gorong yang akan kami pasang di jalan produksi yang baru saja kami buat, jelasnya.

Jumlah dana dari penjualan besi bekas tersebut terkumpul berjumlah Rp. 6.000.000. Rupiah dan dana tersebut telah kami alokasin untuk pembuatan gorong gorong sesuai kesepatan kami bersama masyarakat.

“Jadi kalau saya melakujan penjualan besi bekas jembatan tersebut tanpa melalui prosedur, tanpa musyawarah dengan apartur kampung dan masyarakat itu pasti saya salah mas”, imbuhnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *